Keluarga

Sepekan Membersamai Ananda [4]

Hari yang cerah. Ada Kakek dan Nenek dari Kapuas. Sejak pagi Husain dan Aziza diajak silaturahim ke rumah Adzkia. Sepertinya senang sekali.

Rumah rapi. Pekerjaan Mama beres dengan cepat. Mama juga sempat on screen. Tapi…. suasana jadi tenang. Amat tenang. Tanpa kehebohan khas dua bocah Mama.

“Mama, aku dan Adzkia tadi bermain pemadam kebakaran!” Husain melapor. Sudah menjelang siang. Papa dan Mama menjemput.

“Senang?”

“Iya!!!”

“Kami juga tadi makan buah mangga dan apel!” Husain melanjutkan. Wajahnya sumringah sekali. Hey! Ada bekas buah Mangga di pipinya.

Aziza rupanya tertidur. Pulas sekali. Dan ada bekas buah Mangga juga di pipinya.

💞💞💞

Mama ngomel. Patahan dan remahan gabus bertebaran dimana-mana. Bahkan di anak tangga juga.

“Ma, maafin ya,” Husain berucap.

Mama masih ngomel. Teringat tentang kekuatan doa, Mama akhirnya bergumam lirih. Amat lirih. Husain dan Aziza tak mungkin mendengar.

“Semoga Allah merahmati kalian, Nak.”

Tapi emosi tak kunjung reda. Omelan masih berlanjut. Di luar dugaan, Husain turun tangan. Ia membereskan mainannya. Bahkan mengarahkan Aziza untuk membantu.

“Ade, masukin mainan ini ke tempatnya,” pinta Husain jelas. Aziza menurut.

Akhirnya Mama benar-benar stop ngomel.

“Alhamdulillah, terimakasih Sayang sudah beres-beres,” kata Mama. “Pintar anak Mama, Husain dan Aziza.”

“Iya, Ma. Aku kadang juga diam-diam aja beres-beres.”

Mama tersenyum. Alhamdulillah ada bonus manis menjelang 5 tahun usia Husain.

💞💞💞

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s