Keluarga

Sepekan Membersamai Ananda [3]

Ada kantong semar. Menyembul di antara semak-semak. Tumbuh bergerombol.

“Husain, ada kantong semar!” Papa berseru.

“Dimana??? Aku mau lihat!” Husain semangat sekali. Cepat-cepat menuruni tangga.

“Dimana, Ma? Dimana?”

Mama memasak. Tapi Mama senang Husain antusias. Mama mengajak ke jendela.

“Coba lihat searah telunjuk Mama!” Mama mengarahkan telunjuk ke kantong semar. Mata Husain mengikuti. Tidak ketemu.

“Yang mana???”

Tante Jeje dan Aziza datang. Mau melihat juga.

“Itu, Tante!” Mama memberi tahu Tante Jeje.

“Oh iya!” Seru Tante Jeje takjub.

“Dimana?”

“Coba ajakin keluar, Tante. Melihat dari dekat,” pinta Mama.

Husain buru-buru. Dia ingin sekali melihat kantong semar.

“Waaaaah, kantong semar!” Husain takjub. Satu. Dua. Tiga. Empat. …. Banyak. Ada banyak kantong semar. Masih kecil-kecil.

“Bolehkah aku memetiknya?” Tanya Husain.

“Jangan,” larang Tante Jeje.

“Kenapa?”

“Kantong semarnya masih kecil-kecil. Biarkan tumbuh besar.”

“Baiklah,” Husain setuju.

“Mamaaaa, kantong semarnya banyaaaak!” Husain masuk rumah. Sudah puas menatapi kantong semar.

“Senang melihat kantong semar?”

“Iya!!!”

Mama tersenyum.

“Mama, siapa yang menanam kantong semar di situ?” Husain penasaran.

“Kantong semar tumbuh sendiri atas izin Allah.”

“Tumbuh sendiri?”

“Ya. Kantong semar itu tanaman liar.”

Husain memikirkan.

Sorenya, ketika Kayi dan Nini berkunjung, Husain bercerita.

“Nini, di samping rumah kami ada kantong semar!”

“Oya?”

“Ada banyak! Dia tanaman liar. Jadi tumbuh sendiri.”

Mama lagi-lagi tersenyum.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s