Keluarga

Sepekan Membersamai Ananda [2]

Mama kadang bertingkah aneh. Kali ini Mama meniru lagu Ninja Etika yang ada di video dengan suara berat. Mama juga menari kaku. Itu Mama lakukan ketika Husain iseng mau membuka pintu lemari pakaian bekas.

🎢”Saya akan segera datang…. Bila ada yang melanggar etika.”🎢

“Hahaha…. Mama salah!!!” Husain memekik. Wajahnya sumringah sekali.

🎢”Saya akan segera datang…. Bila ada anak yang tak pandai menjaga etika.”🎢 Husain mengoreksi.

“Oooh gitu ya….”

Lemari pakaian bekas pun telah terlupakan.

πŸ’žπŸ’žπŸ’ž

“Jangan lupa baca bismillah!” Mama mewanti-wanti.

Gluk. Gluk. Gluk. Satu botol kecil susu fermentasi untuk kesehatan usus masing-masing di mulut Husain dan Aziza. Saatnya membiarkan cairan putih itu berpetualang memenuhi mulut, meyapa lidah, melintasi tenggorokan, mengisi sebagian lambung dam diolah agar manfaatnya benar-benar dapat diserap tubuh.

“Boleh gak setelah ini aku minum susu kedelai?” Husain melirik botol kemasan susu kedelai yang Mama sisakan.

“Boleh aja,” sahut Mama.

Kali ini mereka berperan sebagai kakak beradik yang kompak. Mereka bergantian menghirup cairan dari botol untuk selanjutnya berpetualang mengikuti jejak pendahulunya.

Mama? Sedang asyik menjemur pakaian.

πŸ’žπŸ’žπŸ’ž

Waktunya bermain.

“Mau main apa?”

“Kita menggambar yuk!” Husain semangat sekali. Mainan mobil-mobilannya ditinggalkan begitu saja.

“Kok menggambar lagi? Nggak bosan?”

“Nggak!” Sahut Husain. “Aku suka menggambar.”

Mama mengambil tiga buah pulpen. “Ini satu untuk Husain. Satu untuk Aziza. Satu untuk Mama.”

“Nanti gambarnya kita warnain, terus digunting ya?” Pinta Husain. Lebih tepatnya sih keputusan Husain.

“Oke.”

“Mama… tangan,” Aziza ikut berpartisipasi. Ia minta tangannya dicetak. Berikutnya tak hanya tangan. Tapi juga kakinya.

“Mama… ikan,” Aziza menunjukkan hasil coretan tangannya yang abstrak.

“Mama… pukupukupu.” Aziza bangga sekali dengan hasil karyanya.

Acara menggambar ini diselingi dengan aktivitas membersihkan telinga dengan cotton bath. Berikutnya Mama, Husain dan Aziza bermain roll depan di kasur. Ckckck, rupanya para bocah lebih lihai dari pada ibunya.

πŸ’žπŸ’žπŸ’ž

Bugar dengan segera menggantikan rasa lelah yang mendera Husain dan Aziza. Setelah acara tidur siang yang sukses, Mama bilang mereka boleh keluar nanti sore. Usai Mama sholat Ashar.

Eksplorasi dengan pasir pun dimulai. Awalnya hanya menggambar di atas pasir bersama anak-anak tetangga. Berikutnya Husain membuat es krim dari pasir. Aziza? Ia sibuk menyekop pasir.

“Waktu habis!Saatnya mandi….” Mama memberi instruksi.

Apakah semua sudah berakhir? Ternyata belum. Keriangan eksplorasi berlanjut di kamar mandi. Tentu dengan air melimpah ruah. Hal yang kadang bikin Mama dongkol. Tapi kali ini Mama biarkan mereka sampai basah kuyup.

πŸ’žπŸ’žπŸ’ž

Sepanjang hari yang menyenangkan. Penuh petualangan. Bagaimana dengan harimu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s