OPEy

Berubah Pelan-pelan

Berubah. Ingat kata itu, ingat bahwa kurang lebih setahun lalu kami masih berada di posisi seadanya dalam menjalani hidup. Kami sholat ya asal sudah sholat. Kami hobi nonton film, pernah di bioskop tapi lebih sering di rumah karena alasan anak. Kami tidak ikut kajian keagamaan satupun. Dan kami suka lagu-lagu dan musik. Apalagi suamiku fans salah satu grup band legend sejak masa kuliahnya. Betapa gersangnya hidup kami kan?!

Tapi Allah selalu punya cara untuk menyentil hati hambaNya. Suatu waktu terjadi perdebatan sengit di keluarga besar mengenai perihal agama. Suamiku yang tidak puas dengan penjelasan yang diterimanya akhirnya mulai mencari di youtube penjelasan yang masuk akal. Qadarullah, bersualah suamiku dengan channel KH-B. Nampak di sana Ustadz Khalid Basalamah sebagai narsumnya. Penjelasan beliau yang lugas dan tegas begitu mengena dan memuaskan akal. Kami pun mulai jatuh suka dengan ceramah-ceramah beliau. Tapi kami masih suka musik.

Sentilan kedua dari Allah datang kembali. Aku ingat, waktu itu musim hujan. Suamiku pulang dengan wajah pias. Ia bercerita bahwa hampir terjadi kecelakaan di area bundaran karena jalanan yang licin. Sementara dari speaker mobilnya alunan musik berdentam di telinga. Tiba-tiba takut akan mati dalam keadaan mendengarkan musik menguasai hati suamiku. Sejak hari itu, ia memutuskan untuk mengganti semua mp3 musik dengan ceramah.

Berikutnya semua seperti mengalir. Suamiku yang awalnya berpikiran cukup hanya dengan mendengar mp3 ceramah, akhirnya setuju untuk ikut kajian offline di kota kami. Kami pun menghadiri kajian di Masjid Imam Syafi’i Palangkaraya untuk pertama kalinya. Masya Allah kikuknya aku waktu itu. Aku belum kenal siapapun. Sementara kawan yang memberi info kajian ternyata tidak berhadir. Dan ternyata perasaan sama menghinggapi suamiku. Tapi kami memutuskan untuk bertahan.

Seiring waktu, kami mulai berusaha berubah ke arah yang lebih baik. Kami mulai mengikatkan hidup dengan aturan Islam. Puncaknya, suamiku memutuskan untuk melepas aset bisnis rental game yang dirintisnya dari nol bersama kawan-kawan karena termasuk perkara syubhat. Padahal labanya mencapai 20 juta per bulan. Kami memulai berbisnis dari nol lagi dengan spekulasi untung-rugi.

Masya Allah, jika dirunut ke belakang masa-masa yang kami lewati berasa betapa istimewanya. Allah menyentil kami pelan-pelan dengan step by step yang sudah diskenariokanNya. Bahkan hanya dengan peristiwa kecil yang mengganggu hati. Tapi justru itulah letak Maha Adilnya Allah. Allah menyelipkan hidayah dalam keseharian kita. Kemudian pilihan ada di tangan kita. Mau mengambilnya saat itu juga atau malah mengabaikannya.

Tapi setelah memutuskan mengambil hidayah itu, masih ada hal lain yang menjadi tantangan. Yakni tidak merasa lebih baik dari orang lain dan tetap istiqomah.

#KompakNulis #OPEy3 #Day1

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s