Tak Berkategori

Dilan

Gara-gara kemarin baca review tentang film Dilan, mau gak mau jadi ingat Dilan. Dilan yang versi novel lho ya. Udah lama banget aku baca ini. Bahkan waktu masih jadi cerbung di blognya Pidi Baiq.

Menurutku Dilan itu tokoh spesial. Karena dari segi penokohan, karakter Dilan kuat banget. Terlihat jelas bedanya sama tokoh lain. Makanya pas baca reviewnya, aku langsung ingat Dilan. Bukan Milea atau yang lain. Padahal di dua novel pertama menggunakan sudut pandang Milea.

Aku mengumpulkan serpihan ingatan tentang Dilan. Dan ternyata aku masih ingat aja gimana dia. Jadi Dilan itu anak geng motor yang setia kawan. Tipe bad boy, tapi sayang banget sama bundanya. Gaya bicaranya khas. Sikapnya juga. Nah, cara Dilan ngedeketin Milea ini yang bikin remaja cewek pada baper kayaknya.

Sebenarnya kisah yang disajikan sih biasa aja. Cuman satu di antara banyak kisah kasih di sekolah. Tapi apa yang ditulis Pidi Baiq tentang tujuan pacaran itu menarik untuk dicermati.

Tujuan pacaran adalah untuk putus. Bisa karena berpisah, bisa karena menikah.

Pidi Baiq

Pidi Baiq benar. Berpisah atau menikah. Cuman dua kemungkinan itu. Dengan catatan kalau pacaran sama pasangan yang benar-benar saling suka. Anggap aja kayak Dilan-Milea. Kalau sama yang iseng, lain lagi ceritanya.

Karena saling suka, pastilah ingin melangkah ke jenjang pernikahan kelak. Gak tau kapan. Biasa pengen jalanin aja dulu. Tapi seandainya takdir berkata lain, seperti Dilan – Milea yang putus karena berpisah, apa gak ngilu?

Terus gimana Milea menjalani hidupnya sebagai istri lelaki lain sementara terkadang dia rindu Dilan? Kayak terperangkap kenangan gitu. Suaminya apa gak cemburu pas tau istrinya dulu punya kisah manis sama lelaki lain? Sedikit-banyak mesti ada ketidaknyamanan kan? Semacam dibayangi masa lalu.

Ya begitulah yang namanya pacaran. Pantas aja Allah mewanti-wanti agar jangan pacaran. Meskipun dengan cara yang katanya baik-baik. Karena pacaran bukan berati akan pasti menikah. Masa depan itu gak pasti. Kita gak bisa memprediksi. Belum lagi ada kemungkinan kita tiba-tiba mati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s