Khamar

Izinkan aku berkisah padamu tentang seorang pemuda ahli ibadah yang terjebak dosa besar akibat meminum khamar. Mungkin kau sudah pernah mendengar kisah ini. Namun tak ada salahnya kita mengingat kembali sebagai pelajaran berharga untuk diri sendiri.

Kisah ini dituturkan oleh Ustman bin Affan ra dengan hadits bersanad shahih yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i.

Dikisahkan bahwa ada sosok pemuda ahli ibadah yang tak berlepas dari Masjid. Seorang perempuan cantik jatuh hati kepadanya. Dan dengan tipu muslihatnya, perempuan itu berhasil membuat sang ahli ibadah mendatangi rumahnya.

Begitu sampai di rumah perempuan tersebut, pintu ditutup rapat. Sehingga sang ahli ibadah tak punya jalan selain berhadap-hadapan dengan si perempuan cantik.

“Demi Allah, aku tidak mengundangmu untuk sebuah kesaksian. Tapi aku mengundangmu untuk berzina denganku. Atau engkau memilih minum khamar.” Perempuan itu mengangkat khamar yang ada di tangannya. “Atau membunuh bayi itu.” Kali ini telunjuknya mengarah pada bayi tanpa dosa yang berada di ruangan itu.

“Kalau kau menolak, maka aku akan berteriak bahwa ada orang yang memasuki rumahku,” ancamnya.

Pias wajah sang pemuda. Ia berucap, “Zina aku tidak mau, membunuh juga tidak.” Akhirnya ia menegak khamar hingga tak bersisa.

Perlahan khamar menelan habis akal sehatnya. Dalam kondisi mabuk berat, sang pemuda melakukan dua kemaksiatan lainnya, yakni berzina dengan perempuan itu dan membunuh bayinya.

Lantas ‘Ustman bin Affan menutup kisah ini dengan berkata, “Karena itu jauhilah khamar, karena demi Allah sesungguhnya iman tidak dapat menyatu dengan khamar dalam dada seseorang, melainkan harus keluar salah satunya.”

🌹🌹🌹

Khamar. Apa itu khamar?

Mari kita simak bersama sabda Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam yang diriwayatkan oleh Muslim. Beliau bersabda, “Setiap yang memabukkan adalah khamar. Setiap yang memabukkan pastilah haram.”

Jadi khamar merupakan sesuatu yang memabukkan, termasuk di dalamnya minuman keras alias miras maupun narkoba.

Mengenai hukum khamar dalam Islam sendiri sudah jelas kita ketahui bersama. Ada banyak bertebaran artikel yang disertai dalil-dalih shahih tentang keharaman khamar.

Sementara dampak dari khamar telah tergambar amat jelas dari kisah sebelumnya. Nampak seperti lingkaran hitam di kertas putih bahwa khamar menjadi noda yang merupakan pangkal degradasi moral.

Namun sayangnya khamar, khususnya miras, bukan hal yang dianggap tabu untuk menjadi lahan bisnis di kotaku. Toko miras berdiri bebas bersisian dengan warung makan, toko pakaian dan lainnya. Dan sudah rahasia umum bahwa miras di kalangan tertentu (termasuk di dalamnya orang-orang yang mengaku Muslim) menjadi sajian yang serupa cemilan saat santai.

Gerimis hati ini. Aku teringat akan firman Allah dalam QS. Al A’raaf 96.

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

#KompakNulis #OPEy #Day8

Situasi Istimewa

Aku sebenarnya tipe orang yang cenderung suka kondisi ruangan teratur dan rapi. Dulu saat aku masih mahasiswa, aku suka menata kamar kostku. Mulai dari tata letak lemari, meja, kasur, keranjang pakaian dan benda-benda lain aku tata sedemikian rupa dengan standar enak dipandang ala aku. Pakaian, tas juga buku-buku diletakkan gak boleh sembarangan. Mesti berurutan sesuai kategori.

Tapi aku gak selalu begitu sih. Ada kalanya situasi kamar kostku berantakan. Itu biasanya terjadi kalau aku super sibuk dengan tugas kuliah. Situasi yang kusebut situasi istimewa.

Setelah aku menjadi ibu dari dua bocah, ruangan yang teratur dan rapi itu hanya bertahan beberapa menit. Berikutnya kau akan melihat segala hal berserakan di rumahku. Buku-buku keluar dari lemarinya. Mainan ada di sana-sini. Remah makanan pun gak ketinggalan bertebaran. Sementara tumpukan pakaian bersih menggunung belum sempat aku rapikan. Aku sering melabeli kondisi rumahku dengan benda-benda yang lupa tempatnya. Situasi istimewa setiap hari terjadi saat ini.

Kadang aku mumet juga. Situasi rumah begini kan sebenarnya bukan aku banget. Aku pun mencoba menerapkan teori mendisplinkan anak agar mau merapikan mainannya sendiri yang kubaca dari artikel-artikel. Hanya saja teori tetap teori. Kondisi di lapangan amat berbeda.

Tapi setelah kupikir-pikir, mestinya aku mengucap hamdallah dengan situasi ini. Inilah kemewahan menjadi seorang ibu. Gak semua perempuan bisa menikmati kemewahan begini kan.

Selain itu, rumah berantakan juga indikasi bahwa para bocah tumbuh sehat, lincah dan ceria. Anak-anak yang sakit sama sekali bukan hal menyenangkan. Sementara anak-anak yang terkekang gak boleh pegang ini itu juga bukan ide bagus.

Jadilah aku menyemangati diriku sendiri. Nikmati saja situasi istimewa ini. Toh, gak selamanya para bocahku bertubuh mungil. Kelak insya Allah mereka akan tumbuh besar, dewasa dan punya kehidupan sendiri. Lantas situasi istimewa saat ini hanya akan menjadi sebuah kenangan.

#KompakNulis #OPEy #Day7

Mestinya Anak-anak Kita

Mestinya anak-anak kita dikisahkan tentang apa itu tauhid dan mengapa harus benar dalam bertauhid

Mestinya anak-anak kita dikisahkan tentang bagaimana setiap keputusan dalam hidup berlandaskan tauhid

Mestinya anak-anak kita dikisahkan tentang bagaimana orang-orang terdahulu menggenggam tauhid

Mestinya anak-anak kita dikisahkan bagaimana diplomasi digelar untuk menyeru pada kalimat tauhid

Mestinya anak-anak kita dikisahkan tentang bagaimana pedang diangkat demi meninggikan kalimat tauhid

Semoga kita tergolong orang tua yang dapat demikian

Kamu

Kamu itu….

sosok yang aku tak merasa muak bersamamu

Kamu itu….

sosok yang aku tak merasa bosan bersamamu

Kamu itu….

sosok yang aku ingin menghabiskan sisa usiaku bersamamu

Kamu suamiku 💞

Daftar Hal yang Ingin Aku Lakukan [1]

Daftar hal yang benar-benar ingin aku lakukan dalam satu pekan ke depan:

🍁Refreshing. Aku perlu ini. Entah ke hutan, rawa, sungai atau danau. Aku perlu suasana alam yang jauh dari hiruk-pikuk aktivitas domestik maupun geliat perkotaan. Sehari saja.

🍁Merancang aktivitas bermain bareng anak-anak. Dan tentu saja menjalankannya. Apalagi sulungku beberapa bulan lagi sudah mulai masuk TK-A. Waktu kami semakin sedikit.

🍁Membuat jadwal aktivitas harian. Dan menjalankannya.

🍁Membuat daftar menu makanan selama sepekan. Termasuk snack untuk anak-anak.

🍁Berhenti bergadang. Tidur antara pukul 9 atau 10 malam dan tidak lebih dari itu.

Semoga terealisasi dengan baik. Aamiin ya Allah.

Bekerja

Bekerja di luar rumah itu….

aktivitas yang menghidupkan

aktivitas yang membuat langkah menjadi lebih berwarna

Tapi jika karenanya anak-anak di nomor duakan

anak-anak menjadi sasaran amarah akibat kelelahan

anak-anak seakan menjadi anak tiri yang tak diinginkan padahal sejatinya anak kandung sendiri

Masihkah bekerja itu menghidupkan

masihkan bekerja itu membuat langkah menjadi lebih berwarna

Maka pulanglah, Mama

peluk anak-anakmu

karena hidupmu hanya sekali, hiduplah yang berarti

Nb. Untuk para mama (termasuk aku sendiri) yang kadang kesulitan mengontrol emosi karena kelelahan bekerja.

Hu & Ma: Berondongan Pertanyaan

“Ma, apa arti Qul huwallahu ahad?

“Qul huwallahu ahad artinya katakanlah Dia Allah Yang Esa. Esa maknanya satu, tidak berbilang. Jadi hanya Allah satu-satunya tuhan kita. Tidak ada tuhan selainNya.”

“Apa itu tidak berbilang?”

“Tidak berbilang itu berarti tidak dua, tiga, empat dan lainnya. Hanya satu saja.”

“Kalau kita gak ada, apa Allah tetap ada?”

“Iya.”

“Kalau Allah gak ada, apa kita juga gak ada?”

“Allah itu ada, Nak. Kita ada atau gak ada. Coba kamu ingat kursi kayu di rumah kita. Yang bikin kan tukang kayu. Jika kursi itu ada berarti tukang kayunya ada. Tapi jika kursinya gak ada, tukang kayunya ada aja kan.”

Bocah 4 tahun manggut-manggut tanpa pertanyaan lagi. Sementara emaknya bergumam dalam hati, semoga aja gak salah jawab. 😷

Ada masanya anak menjadi kritis. Apa-apa yang membuatnya penasaran menjelma tanpa tertahan menjadi berondongan pertanyaan. Kadang ortu dibuat kewalahan. Tapi justru inilah saat-saat penting untuk meraih hati anak bahwa ortu bisa menjadi kawan mengobrol yang nyaman dan dapat dipercaya.

#KompakNulis #OPEy #Day6