Tak Berkategori

Cepatlah Bello! [Review Buku Anak]

Bello dan kawan-kawan terancam. Ada pemburu yang ingin menangkap mereka. Mereka harus terbang cepat. Tapi Bello tertinggal. Ia terpesona dengan kupu-kupu cantik. Ketika Bello sadar, para pemburu hampir saja menangkapnya. Bello terbang. Ia terpesona dengan kupu-kupu lagi. Tapi Bello harus cepat-cepat. Ia tak ingin ditangkap pemburu. Bello terbang lagi. Cepat sekali. Kali ini Bello tidak… Continue reading Cepatlah Bello! [Review Buku Anak]

Iklan
Tak Berkategori

Husain Luka

Husain luka. Di telapak kaki kanan. Itu perih. Husain harus digendong kemana-mana. Mama baru tahu setelah Husain pulang dari bermain bersama sepupunya. "Aziza, coba lihat kaki Kakak. Luka," kata Mama. Aziza mendekat. Ia kaget. Panik juga. "Mama.... tiup!" Seru Aziza refleks. Husain diam saja. Bersandar di tembok. Aziza melihat lagi. Kali ini merasa ngeri. Wajahnya… Continue reading Husain Luka

buku

Inspirasi dari Rumah Cahaya; Sebuah Buku yang Menginspirasi

Ada beberapa buah buku yang berkesan dan menginspirasi dalam perjalananku sebagai penikmat baca. Diantaranya Karena Aku Begitu Cantik (Azimah Rahayu), Galaksi Kinanthi (Tasaro GK), juga Jalan Cinta Para Pejuang (Salim A. Fillah). Buku-buku itu menjadi favoritku saat masih mahasiswa dan belum berkeluarga. Setelah berkeluarga, ada satu buku yang benar-benar menginspirasiku sebagai seorang Ibu dan mengubah… Continue reading Inspirasi dari Rumah Cahaya; Sebuah Buku yang Menginspirasi

Tak Berkategori

Rasulullah saw Pun Meminta Izin

Sahl bin Sa'd meriwayatkan bahwa disajikan kepada Rasulullah minuman, lalu beliau meminumnya, sedang di sebelah kanan beliau terdapat seorang remaja dan di sebelah kirinya terdapat banyak orang tua. Sesudah minum, Nabi bertanya kepada si anak remaja, "Apakah engkau setuju bila aku memberi minum mereka terlebih dahulu?" Ia menjawab, "Tidak, demi Allah, aku tidak akan memberikan… Continue reading Rasulullah saw Pun Meminta Izin

Keluarga

Bahagia yang Sederhana

"Satu dua tiga empat lima enam .... sepuluh!!!" Husain selesai menghitung. Wajahnya yang tadi menelungkup ke tembok sekarang celingak-celinguk. Mama di mana ya? Husain mulai mencari. Aziza mengikuti. Aha! Itu Mama! Di bawah kasur. Husain tertawa lepas. "Mama, ketahuan!!!" Seru Husain. "Jelas aja ketahuan, kasurnya terangkat!" Sekarang giliran Husain sembunyi. Mama menghitung. Husain lari diikuti… Continue reading Bahagia yang Sederhana

Keluarga

Sepekan Membersamai Ananda [7]

Mama lagi couple time. Berangkat berdua dengan Papa. Husain dan Aziza di rumah. Ada Tante Jeje menemani. "Hap!" Satu suapan besar untuk mulut Husain. Satu suapan kecil untuk mulut Aziza. Lahap sekali menghabiskan nasi dengan siraman kuah sop dan telur asin. Video diputar Tante Jeje. Kartun-kartun kesukaan. Aziza senang sekali. Husain juga. Oooh.... tapi Aziza… Continue reading Sepekan Membersamai Ananda [7]

Keluarga

Sepekan Membersamai Ananda [6]

Aziza sedang tidur siang. Husain belum. Ia baru selesai makan. Mama berbaring di kasur. Husain ikut di samping. Rambut Husain dielus Mama. "Ma, kuda putih itu rajin sholat, kuda hitam nggak rajin sholat," celutuk Husain. Mama sebenarnya bingung. Kok, tiba-tiba ngomongin kuda. Tapi Mama bertanya, "Husain suka kuda yang mana?" "Kuda putih!" Sahut Husain cepat.… Continue reading Sepekan Membersamai Ananda [6]